Jogja Benih Expo 2025 Terselenggara di Playen, Jadi Ajang Sinergi Antar Petani

- Reporter

Kamis, 7 Agustus 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungkidul,(kalaharinews.co) – Jogja Benih Expo 2025 secara resmi dibuka di Balai Pengembangan Perbenihan dan Pengawasan Mutu Tanaman, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, yang berlokasi di Unit Gading, Playen, Gunungkidul, Rabu (6/8). Mengangkat tema “Jembatan Inovasi Pembenihan Menuju Pertanian Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ajang sinergi antara petani, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah untuk mendorong pertanian yang modern serta ramah lingkungan.

Acara yang berlangsung dua hari ini menampilkan display varietas dan display produk. Sebanyak 22 varietas jagung, 3 varietas kedelai, 2 varietas sorgum, dan 1 varietas padi unggul dipamerkan untuk edukasi dan promosi kepada masyarakat.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan kegiatan ini sejalan dengan visi Pemkab Gunungkidul 2025–2029 dan program strategis Tani Makmur & UMKM Berdaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertanian modern bukan hanya soal produksi, tapi juga kesejahteraan petani, keberlanjutan ekosistem, dan ketahanan pangan nasional. Jogja Benih Expo adalah wadah untuk berbagi inovasi dan memperkuat jejaring pertanian berkelanjutan,” kata Endah.

Sementara Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Ladiyani Retno Widowati, menyebut benih unggul sebagai kunci peningkatan produksi.

“DIY punya indeks pertanaman 300, rata-rata dua kali tanam setahun. Dengan swasembada benih, kita bisa tingkatkan produktivitas dan menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto yang hadir memberikan apresiasi pada Pemda DIY dan Pemkab Gunungkidul yang konsisten mengembangkan benih unggul berbasis lokal.

“Gunungkidul sudah membuktikan diri sebagai lumbung benih potensial. Dengan riset, distribusi adil, dan kemandirian pembenihan nasional, ketahanan pangan bisa tercapai,” ungkapnya.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dalam arahannya menyampaikan Jogja Benih Expo 2025 tidak sekedar menjadi pameran perbenihan. Lebih dari itu, ajang ini merupakan laboratorium terbuka yang mempertemukan petani, akademisi, pelaku usaha, dan institusi riset dalam satu ekosistem kolaboratif.

“Pertanian masa kini tak bisa lagi hanya mengandalkan metode lama. Kita butuh lompatan strategi melalui teknologi pertanian yang bersanding harmonis dengan kearifan lokal. Inilah jalan menuju kedaulatan pangan dan ketangguhan bangsa” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa inovasi pembenihan adalah titik awal pertanian tangguh. “Pertanian masa kini butuh lompatan strategi. Teknologi bukan musuh tradisi, tapi alat untuk memperkuat petani lokal,” tegasnya.

Pakualam menyebut benih unggul kini tak hanya sebagai input produksi, melainkan sebagai titik awal keberlanjutan sistem pangan yang kuat. Oleh karenanya, Jogja Benih Expo menjadi simpul penting dalam strategi pertanian masa depan.

Dalam kegiatan ini, juga diserahkan bantuan hand sprayer sebanyak 160 unit, alat panen combine harvester, dan alat tanam rice transplanter untuk kelompok tani di Gunungkidul. Secara keseluruhan, Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Tahun 2025 mencakup 60 unit TR 2, 18 unit TR 4, 6 unit TR Crawler, 120 unit pompa air, 23 unit rice transplanter, 178 unit hand sprayer, 7 unit combine harvester, dan 16 unit power treser yang telah disalurkan kepada kelompok tani di seluruh DIY.

Selain pameran, Jogja Benih Expo 2025 juga menjadi ajang edukasi, dialog, dan promosi bagi penangkar benih lokal untuk memperluas jaringan hingga pasar internasional.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lumbung Pangan Mataraman di Piyaman Telan Dana Rp 600 Juta
Implementasi Jargon Bupati Endah Dipertanyakan, UMKM Semakin Tercekik
Giritirto Dapat Kucuran Danais Miliaran Rupiah, Ternak Kambing Hingga Tanam Kelapa Kopyor
Gonjang-ganjing Pengadaan Laptop di Kalurahan Mulo, TPK Tidak Dilibatkan?
Pendapatan Transfer Daerah Gunungkidul Terpangkas Rp72,4 Miliar
Digelontor Anggaran Ratusan Juta, Giriasih Bakal Punya Taman Lalu Lintas
Pasar Murah di Paliyan, Wujud Nyata Ringankan Beban Warga
OJK dan Pemkab Gunungkidul Gelar Edukasi Keuangan bagi ASN
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Agustus 2025 - 14:22 WIB

Lumbung Pangan Mataraman di Piyaman Telan Dana Rp 600 Juta

Kamis, 7 Agustus 2025 - 18:46 WIB

Jogja Benih Expo 2025 Terselenggara di Playen, Jadi Ajang Sinergi Antar Petani

Minggu, 3 Agustus 2025 - 07:13 WIB

Implementasi Jargon Bupati Endah Dipertanyakan, UMKM Semakin Tercekik

Rabu, 30 Juli 2025 - 23:02 WIB

Giritirto Dapat Kucuran Danais Miliaran Rupiah, Ternak Kambing Hingga Tanam Kelapa Kopyor

Selasa, 29 Juli 2025 - 10:19 WIB

Gonjang-ganjing Pengadaan Laptop di Kalurahan Mulo, TPK Tidak Dilibatkan?

Sabtu, 26 Juli 2025 - 15:58 WIB

Pendapatan Transfer Daerah Gunungkidul Terpangkas Rp72,4 Miliar

Selasa, 22 Juli 2025 - 15:56 WIB

Digelontor Anggaran Ratusan Juta, Giriasih Bakal Punya Taman Lalu Lintas

Rabu, 16 Juli 2025 - 14:43 WIB

Pasar Murah di Paliyan, Wujud Nyata Ringankan Beban Warga

Berita Terbaru

peristiwa

Niat Nyari Kambing Lepas, Kakek Malah Kecemplung Sumur

Jumat, 29 Agu 2025 - 21:34 WIB

peristiwa

Lelaki Misterius Pamer Anu di Depan Gadis Muda

Rabu, 27 Agu 2025 - 00:58 WIB

peristiwa

Truk Pengangkut Cabai Terguling di Jalur Ramai

Senin, 25 Agu 2025 - 18:58 WIB