Gunungkidul,(kalaharinews.co) – Kejuaraan sepakbola Piala Soeratin U13 tahun 2025 yang digelar sejak beberapa waktu lalu sudah memasuki grand final. Di ajang bergengsi ini, Persig Gunungkidul akan berhadapan dengan Mataram Utama Yogyakarta di Stadion Gelora Handayani, Sabtu besok (23/8).
Menjelang laga puncak tersebut Pelatih Persig Gunungkidul, Doni memaksimalkan waktu dengan menggelar sesi latihan intensif demi mematangkan strategi permainan. Fokus utamanya adalah memperkuat koordinasi antar lini serta meningkatkan konsentrasi pemain di lapangan.
“Kami ingin anak-anak tetap bugar dan siap secara mental. Final adalah pertandingan penting, jadi semua harus tampil maksimal,” ungkapnya, Jumat (22/8).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, lanjutnya, anak-anak bersama dengan orang tua wali atlet juga melakukan doa bersama. Tujuannya supaya menambah kekuatan anak saat bertanding di partai grand final.
Doni menambahkan, perjalanan Persig U13 ini sangat berliku dan panjang tentunya dalam mengarungi piala Suratin 2025 U 13. Pada bulan Januari sudah mulai melakukan seleksi. Pada bulan Februari, Persig sudah melakukan training. Doni menyebutkan ada tiga anak dari luar daerah yang akan ikut yakni Purwokerto 1 Wonogiri 1 dan juga Klaten 1 anak.
“Mereka tidak hanya diambil tapi memang dari awal mengikuti seleksi, jadi tidak instan, ” ujarnya.
Untuk menghadapi laga grand final piala Soeratin 2025 U13, tentunya tidak hanya tim saja tetapi juga butuh dukungan dan doa dari masyarakat Kabupaten Gunungkidul agar bisa memenangkan laga melawan Mataram kota.
“Minta doa restu pada masyarakat Gunungkidul supaya bisa memenangkan dan bisa mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta melaju ke piala Soeratin tingkat nasional yang rencananya akan digelar di kabupaten Malang. Nantinya dari adik-adik kita ini bisa menjadi penerus Hoki Caraka, menjadi pemain profesional dan menjadi pemain Timnas Indonesia,” tutupnya.