Gunungkidul,(kalaharinews.co) – Gerakan tanam hortikultura lumbung pangan mataraman di Kalurahan Piyaman, Wonosari diresmikan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto. Kegiatan terpusat di lahan kas desa dari anggaran BKK Danais DIY.
Lurah Piyaman, Tugino, mengungkapkan program ini menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan melalui pertanian terpadu. Pengelolaan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani bersama warga, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjadikan desa mandiri pangan.
Pembangunan lahan pertanian ini mengalokasikan dana BKK Danais sebesar Rp600 juta, yang dibagi dua tahap. Pada tahap pertama, senilai Rp269.889.525, digunakan untuk pembangunan sumur ladang, bak penampungan air, kandang kambing, serta pengadaan benih. Sementara tahap kedua akan melengkapi infrastruktur Lumbung Mataraman agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wabup Joko Parwoto menekankan gerakan ini bukan sekedar aktivitas menanam, tetapi juga sebagai harapan akan kemandirian dan kelestarian budaya agraris.
“Lumbung Mataram adalah simbol ketahanan pangan dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur. Hari ini kita melanjutkan warisan itu melalui penanaman hortikultura yang menjadi sumber gizi, ekonomi, dan pelestarian lingkungan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor hortikultura memiliki prospek cerah bila dikelola dengan kolaborasi dan teknologi. Karena itu, semua pihak diajak memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dengan memadukan teknologi dan kearifan lokal.
“Bung Karno pernah berkata, tidak ada kemerdekaan sejati tanpa kemandirian pangan. Negara harus mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa bergantung pada impor,” tegasnya.
Menutup acara, Wabup mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, serta berharap Lumbung Mataraman menjadi simbol kebangkitan menuju kemandirian pangan.
Kepala DPKP DIY, Ir. Syam Arjayanti, M.P.A., juga memberi apresiasi atas keberadaan Lumbung Mataraman. Menurutnya, program ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi warga, menarik minat generasi muda terjun di sektor pertanian, serta membangun sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih.