Kota Yogyakarta,(kalaharinews.co) – Budayawan dan seniman Susilawati Susmono menggelar pameran tunggal di Ruang saraswati Museum negeri Sonobudoyo Yogyakarta. Pameran bertajuk “Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono: Hamemayu Hayuning Sarira” memamerkan 1.610 karya, buah perjalanan hidup Susilawati dalam menggeluti hidup holistik .
Pameran dibuka oleh ketua Barahmus DIY, Dr. Drs. Hajar Pamadhi, M.A. (Hons), yang juga menjadi kurator pameran ini, Sabtu (02/08). Pembukaan pameran diramaikan dengan pertunjukan budaya seperti tembang Jawa “Asmaradana” dan “Dhandanggula” oleh Wahono Simbah, serta pementasan wayang oleh dalang Ki Dwija Supriyadi dari Taman Sesaji Nusantara.
Menurut kurator Dr. Hajar Pamadhi, ini merupakan pameran tunggal ketiga dari Susilawati Susmono. Karya-karyanya menggabungkan unsur seni, intelektualitas, spiritualitas, dan budaya dalam pendekatan holistik. Tajuk “Hamemayu Hayuning Sarira” sendiri diambil dari filosofi luhur Ki Hadjar Dewantara dan Sultan Agung, yang mengajarkan pentingnya pengembangan diri secara menyeluruh, baik fisik, mental, dan spiritual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Total sebanyak 1.610 karya dipamerkan, yang seluruhnya merupakan bagian dari koleksi Museum Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono (MSHK-SS) yang berada di Sleman, DIY, di bawah naungan ISAQ Center.
Ketua panitia, Ir. Hj. Sandra Rina Sahelangi, MBA, menyampaikan laporan pembukaan dan turut memperkenalkan sosok Susilawati lewat video dokumenter berjudul “Aransemen Kehidupan Susilawati Susmono” yang dapat diakses di kanal resmi SSO (Susilawati Susmono Official). Penjabaran konsep pameran disampaikan langsung oleh kurator melalui segmen Wayang Suluh.
Tak hanya menikmati karya visual, selama berlangsungnya pameran pengunjung juga diajak untuk mengikuti berbagai acara pendukung seperti talkshow, bedah karya, hingga forum apresiasi seni. Museum Sonobudoyo sendiri turut mendukung penuh, mulai dari aspek teknis, perizinan, hingga publikasi.
Pameran yang berlangsung hingga 17 Agustus 2025 ini, digelar atas inisiasi Yayasan Riyadhatul Ihsan bersama ISAQ™ Gallery dan Laboratorium Karakter Susilawati Susmono. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat bisa lebih mengenal jati diri dan memperkuat karakter diri, sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa yang berkelanjutan. (Wempi Gunarto)