Gunungkidul,(kalaharinews.co) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan bantuan sumur bor di Padukuhan Wangli, Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul. Senin kemarin (20/05), sumur bantuan tersebut diresmikan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.
Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Dr. Moh. Adib Khumaidi menjelaskan pada awalnya, Hari Bakti Dokter Indonesia diperingati dengan berbagai program kreatif. Namun, dengan berjalannya program BPJS Kesehatan yang telah mengcover lebih dari 90% masyarakat, fokus peringatan ini dialihkan ke program-program sosial.
“Salah satu program sosial utama yang kami lakukan dalam tiga tahun terakhir adalah penyediaan sumber air bersih,” katanya, Selasa (21/05).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dr. Adib mengatakan, IDI berkomitmen untuk menghadirkan sumber air bersih di setiap daerah yang menjadi tempat puncak peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia. Tahun ini, acara puncak diselenggarakan Yogyakarta.
“Kita memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan air bersih,” ungkap Dr. Adib.
Menurut Dr. Adib, penyediaan air bersih sangat penting untuk memastikan kesehatan lingkungan dan mengurangi potensi penyakit.
“Guru-guru kami selalu mengajarkan bahwa kesehatan utama bukan hanya dari rumah sakit yang bagus atau dokter yang pintar, tetapi juga dari ketersediaan air bersih. Dengan air bersih, sanitasi dan kebersihan lingkungan akan terjamin,” tambahnya.
Program penyediaan air bersih ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PT. Danone yang telah mendukung inisiatif ini sejak tahun lalu di Kalimantan Selatan dan kini di Gunungkidul, Yogyakarta. Dr. Adib menyampaikan terima kasih atas kontribusi PT Bangun dan berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk kebaikan masyarakat.
“Partisipasi masyarakat dalam program kesehatan dan kebijakan pemerintah daerah semakin memperkuat rasa nasionalisme dan komitmen kami para dokter terhadap rakyat Indonesia,” tutup Dr. Adib.
“Hari Bakti Dokter Indonesia bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen para dokter dalam melayani masyarakat dan memajukan kesehatan bangsa. Melalui program-program sosial seperti penyediaan air bersih, para dokter berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Indonesia,” tandasnya.
Lurah Umbulrejo, Wagimin mengungkapkan bantuan sumur yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat Umbulrejo, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
“Bantuan sumur ini sangat membantu warga kami dalam mendapatkan air bersih untuk minum dan kebutuhan sehari-hari,” lanjutnya.
Wagimin menjelaskan Umbulrejo terdiri dari 24 padukuhan dengan luas wilayah sekitar 668 hektar dan jumlah penduduk sebanyak 7.680 jiwa.
“Sampai saat ini, cakupan air bersih di wilayah kami sudah mencapai 80 persen, namun masih ada satu padukuhan yang belum tertangani, yaitu Padukuhan Geris,” jelas Wagimin.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengharapkan adanya bantuan sumur ini, cakupan air bersih di Umbulrejo dapat meningkat dan kesejahteraan warga semakin terjamin.
“Kami berharap bantuan sumur ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menyediakan air bersih bagi warga Umbulrejo dan sekitarnya. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah bekerja sama dengan IDI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas dasar yang memadai,” katanya.